Subscribe:

Sabtu, 23 Juli 2011

Guru Kehidupan

Guru kehidupan tidak harus orang yang membagikan ilmu di depan kelas atau memberi suri tauladan. Guru kehidupan juga bisa orang yang menghina dan merendahkan kita. Keluarga kami punya seorang guru kehidupan. Ia (dulunya) orang  kaya di kampung kami.
Bagaimana ia menjadi guru kehidupan kami? Akan saya ceritakan disini…
Tahun 1987 saya mendapat undangan kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) tanpa tes. Di dalam surat undangan itu disebutkan salah satu persyaratannya adalah membawa uang pendaftaran sebesar Rp 150.000. Bapak saya lalu mengajak saya ke rumah orang kaya di kampung untuk meminjam uang.
Setelah ngobrol berbagai hal sampailah ke pokok pembicaraan. Bapak saya membukanya dengan mengatakan, “Alhamdulillah pak, Jamil diterima kuliah di IPB, ini surat undangannya. Dalam surat undangan ini Jamil harus membawa uang seratus lima puluh ribu, tolong pinjami kami uang tiga ratus ribu.”
Tanpa diduga orang yang kaya di kampung saya tersebut berdiri. Kata-kata ejekan, hinaan dan kotor keluar dari mulutnya. Ia menghina bapak saya. Mendengar bapak saya dihina dan dicaci saya hanya menangis. Ketika saya sedang menangis, tiba-tiba bapak saya memukul meja kemudian berdiri sambil berkata keras, “Bapak jangan sombong, jangan mentang-mentang kaya, menghina orang seenaknya. Saya memang miskin di sini, tapi perlu bapak ketahui, tanah saya masih luas. Permisi!”
Kami pun pulang dengan berboncengan naik sepeda. Di tengah perjalanan saya bertanya, “Tadi bapak bilang tanah kita luas, tanah yang mana?” Dengan tetap mengayuh sepeda bapak saya menjawab, “Itu pulau Jawa.” Mendengar jawaban itu, saya pukul-pukul punggung bapak saya sambil berkata, “Kenapa bapak bohong, saya gak suka bapak bohong, saya gak suka. Dulu bapak pernah memukul saya karena saya berbohong, tapi kenapa hari ini bapak bohong?”
Bapak saya menghentikan genjotan sepedanya dan turun dari sepeda kemudian memeluk saya. Sambil memeluk erat-erat beliau berkata, “Mil, baru kali ini bapak dihina di depan anak bapak. Bapak malu, mil. Bapak harus menjaga harga diri keluarga. Kamu harus jadi Insinyur Pertanian, mil.” Pelukan itu adalah pelukan bapak yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidup saya.
Belasan tahun berlalu, suatu saat saya kembali ke kampung. Saya diajak ke kebun karet milik bapak. Sesampainya di kebun, bapak menunjuk seseorang sambil berkata, “Masih ingat orang itu?” Tentu saya mengenalinya, karena orang itu adalah yang orang menghina kami belasan tahun yang lalu. Kata bapak saya, “Itulah guru kehidupan kita, tanpa dia kamu tidak akan jadi Insinyur Pertanian. Jadi, walaupun dia sekarang buruh bapak, kamu tidak boleh menghinanya.”
Ya, guru kehidupan itu telah jatuh miskin akibat berbagai problema kehidupan yang dihadapinya. Namun demikian, sampai kapanpun kami tetap menghormatinya. Karena dialah guru kehidupan kami.

by Jamil Azzaini
Read More..

Minggu, 10 Juli 2011

Jadi yang terbaik

Bandung terkenal sebagai kota fashion.  Salah satu kegiatan di dunia fashion adalah bisnis tailor atau penjahit. Seorang pebisnis muda Sule membuka usaha tailor di salah satu jalan di Bandung dengan slogan: “Penjahit Terbaik di Bandung”. Usaha Sule terus maju dan berkembang pesat.
Melihat perkembangan bisnis Sule yang begitu cepat, seorang yang baru saja lulus kuliah bernama Rafli ngiler untuk membuka usaha sejenis. Sebagai anak muda dan pendatang baru, ia ingin bisnisnya lebih melejit, kalau bisa melebihi bisnis milik Sule.  Maka  ia menulis di spanduknya: “Penjahit Terbaik di Jawa Barat”. Setelah hadir dua penjahit itu ternyata jalan tersebut menjadi terkenal dan semakin ramai.
Melihat pasar yang begitu ramai, datanglah Marzuki membuka usaha yang sama di jalan yang sama dengan papan namanya bertuliskan: “Penjahit Terbaik di Indonesia”. Setelah itu, muncul penjahit baru bernama Ali dengan slogan: “Penjahit Terbaik di Asia”. Semakin banyak persaingan bukannya semakin sepi order tetapi justeru menjadikan bisnis tailor di jalan itu di kenal hingga Malaysia.
Akhirnya, salah seorang pebisnis Malaysia bernama Datok Umar tertarik membuka bisnis tailor di jalan itu.  Tak tanggung-tanggung dia menulis di depan usahanya dengan tulisan: “Penjahit Terbaik di Dunia”.
Seorang penjahit muda dari Cianjur yang mencoba peruntungan ke Bandung ingin membuka bisnis di jalan itu.  Ia bingung harus memasang slogan apa, “Penjahit Terbaik di Bandung”, sudah ada.  “Terbaik di Jawa Barat “, juga sudah ada. Terbaik di Indonesia,  Asia bahkan dunia juga sudah ada. Akhirnya penjahit muda bernama Hakim tersebut membuka usaha di jalan itu dengan memasang slogan: “Penjahit Terbaik di Jalan Ini.”
Nah lho….gak ada yang bisa ngalahin khan?
Salam SuksesMulia!

by Jamil Azzaini
Read More..

Rabu, 06 Juli 2011

Mental Kepiting

Saya pernah mendapat cerita dari salah seorang guru kehidupan tentang perilaku kepiting. Katanya, “Ambil seekor kepiting kemudian letakkan di sebuah keranjang. Apa yang terjadi? Kepiting itu dengan cepat akan segera naik keluar dari keranjang itu.”
“Nah sekarang, ambil puluhan ekor kepiting dan masukan ke keranjang yang sama. Coba amati yang terjadi, ternyata setiap ada satu kepiting yang hendak naik dan keluar dari keranjang maka kepiting yang lain akan segera menariknya ke bawah. Akhirnya tak satupun kepiting yang berhasil naik dan keluar dari keranjang.”
Di dalam kehidupan kita, ada orang-orang yang bermental seperti kepiting. Sukanya menarik keluar orang lain yang akan maju atau keluar dari zona yang sedang ditempatinya.
Kita akan merugi bila terpengaruh ucapan atau ajakan orang yang bermental kepiting. Kita tak akan mampu meraih kehidupan yang lebih baik bila berada di lingkungan orang-orang bermental kepiting.
Ketika SD sampai SMA ada teman-teman yang selalu mengolok-ngolok impian saya menjadi Insinyur Pertanian. Andai ketika itu terpengaruh, mungkin sekarang saya menjadi buruh tani atau buruh perusahaan seperti rekan-rekan sekolah yang sering mengolok-ngolok saya dulu. Andai saya menghiraukan ucapan, “Kamu tidak punya bakat menulis, mil!” Boleh jadi, Anda tidak akan menemukan 4 buku karangan saya di toko-toko buku.
Begitu pula ketika saya ingin berbisnis, ada seorang senior berkata, “Kamu orang jawa, gak bakat bisnis, cocoknya menjadi pegawai.”  Andai saya mengamini kata-katanya mungkin saya tak akan punya perusahaan dan bisa bebas jalan-jalan seperti sekarang –Prinsip saya berbisnis adalah, “Saya bisa jalan-jalan dan bisnis tetap berjalan.”
Segeralah sadari siapa diantara teman-teman Anda yang bermental kepiting. Tidak susah menemukan mereka, ciri utamanya adalah menghambat kita untuk maju atau menghalangi kita untuk mengambil keputusan yang bernyali. Jauhi dan jangan dengarkan mereka.
Mengapa kita perlu menjauh? Sebab sebenarnya mereka sedang mencari teman agar kita bisa tetap hidup di dasar keranjang. Walau setelah kita ambil pilihan tetap di dasar keranjang, mereka tidak peduli dengan kehidupan kita. Ayo segera keluar dari keranjang, tinggalkan dan sisihkan teman-teman yang bermental kepiting dari keranjang.
Salam SuksesMulia!
By Jamil Azzaini
Read More..

Senin, 04 Juli 2011

Shollu 3.08.2

Assalamu'alaykum. 
Program ini bertujuan memberi peringatan kepada pengguna komputer bahwa waktu sholat telah tiba atau sebentar lagi tiba. Sehingga pengguna bisa bersegera untuk mempersiapkan diri untuk menunaikan sholat.
Berbeda dengan versi 2.15 ke bawah, mulai versi 3.00 shollu menggunakan koordinat wilayah ( garis lintang dan garis bujur), ketinggian dan beberapa kriteria lainnya. Pengguna hanya perlu setting sekali dan jadwal otomatis akan selalu update. Shollu dilengkapi dengan wilayah-wilayah di Indonesia dan kota-kota besar di dunia. Untuk wilayah lainnya bisa download file tambahan, bisa dilihat dalam help file.
untuk mendownload bisa download link dibawah ini.
Download Disini
Read More..